web analytics
Menu

Bacca Tak Menyesal Pernah Gabung Milan

carlos baccaCarlos Bacca menyebut ia berada di AC Milan pada tren terburuk sepanjang sejarah. Walau begitu, Bacca sama sekali tak menyesal pernah berseragam Rossoneri.

Bacca bermain untuk Milan di bulan Juli 2015 usai mengantarkan Sevilla memenangi trofi Liga Europa. Ketika itu Bacca yang direkrut seharga 30 juta euro bisa membuktikan banderol mahalnya melalui penampilan bagus di atas lapangan.

Total 34 gol ia persembahkan dari 76 kali bermain di berbagai ajang. Penampilan terbaik Bacca terjadi di tahun pertamanya ketika mendulang 20 gol.

Namun sayang Bacca melorot di tahun kedua dan hanya mencetak 14 gol. Satu gelar Supercoppa Italia disumbangkan ke lemari piala Il Diavolo Rosso.

Kendati merupakan salah satu yang dipuja publik San Siro, Bacca merasa mengenakan merah-hitam di momen yang kurang tepat. Saat-saat di mana Milan tengah dilanda krisis finansial sehingga sulit membentuk tim yang kuat untuk bertarung di papan atas.

“Perjalanan saya beberapa musim di Milan sudah membuat saya puas secara pribadi. Saya meraih target,” ujar Bacca kepada W Radio seperti dikutip Soccerway.

“Harusnya masih bisa lebih baik, namun anda tentu butuh bantuan para petinggi,” sambungnya.

“Saya ada di Milan terburuk sepanjang sejarah. Usai 30 tahun, presiden Silvio Berlusconi mau melepas klub. Kami memiliki visi berbeda dengan manajer serta pemilik baru, namun saya pergi dari Milan dengan bangga karena ikut berperan meloloskan mereka ke Eropa.”

“Saya gembira Milan bisa kembali ke Eropa. Itulah tujuan saya saat meninggalkan Sevilla,” tutup Bacca.

Bacca merupakan satu korban cuci gudang Milan pada bursa transfer lalu. Striker berusia 30 tahun tersebut pun menyeberang ke Villarreal.